News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

KEBODOHAN KOLEKTIF ; Belenggu Tak Kasat Mata Mengendalikan Kehidupan Bangsa

KEBODOHAN KOLEKTIF ; Belenggu Tak Kasat Mata Mengendalikan Kehidupan Bangsa


KEBODOHAN KOLEKTIF ; Belenggu Tak Kasat Mata Mengendalikan Kehidupan Bangsa.

Indonesia adalah bangsa yang besar, kaya akan budaya, sumber daya alam dan mempunyai sejarah perjuangan yang panjang.

Namun dibalik kebanggaan ada fenomena yang menghambat kemajuan bangsa ini, yakni belenggu yang tak kasat mata Yaitu : "KEBODOHAN KOLEKTIF "

Saya tidak menyebut bahwa secara individual masyarakat Indonesia bodoh ya, namun ada beberapa faktor sistematik dan sosial menciptakan lingkungan dimana informasi yang salah, pola pikir yang sempit dan keputusan yang tidak rasional menjadi NORMA.

Kemudian diwariskan, dipelihara, bahkan dibanggakan. Akibatnya pola pikir terjebak dalam lingkaran kebiasaan yang melemahkan bangsa.

Kebodohan kolektif merupakan fenomena dimana sekelompok orang, komunitas bahkan suatu bangsa yang membuat keputusan yang tidak rasional, mempertahankan keyakinan yang salah atau terjerumus pada pola pikir yang tidak logis meskipun secara individual Ia memiliki kecerdasan.

Kebodohan kolektif bangsa kita tidak muncul secara tiba-tiba, ia merupakan hasil dari proses yang panjang melibatkan berbagai aspek kehidupan dan faktor yang saling berkaitan. 

PERTAMA, Di sekolah 
KEDUA, Di sekolah 
KETIGA, DI Media Bahkan di Keluarga.

Anak-anak diajarkan untuk menerima tanpa mempertahankan. Kritik atau mencoba untuk berfikir dicap sebagai pembangkang. Maka lahirlah generasi yang terbiasa yang tunduk pada Dogma bukan mencari kebenaran. Kebodohan ini bukan sekedar kurangnya informasi tetapi ketidamampuan berfikir kritis memilah dan mencari solusi.

Budaya Simbolik Bukan Subtansi 
Bangsa kita gemar simbolisme, upacara, ceremonial, gelar dan penghormatan kepada jabatan lebih diutamakan daripada isi dan kompetensi.

Lihat saja seseorang yang kaya, atau bergelar tinggi jabatan tinggi dianggap lebih berhak berbicara meskipun omongannya kosong. Kita sering terbuai oleh penampilan, bukan isi.

Fanatisme tanpa Logika
Kebodohan Kolektif juga tumbuh subur dalam Fanatisme, baik pada politik, agama dan budaya.

Lihat saja banyak diantara mereka lebih membela kelompoknya mati-matian ketimbang berfikir rasional. Perbedaan pendapat langsung dicap sebagai ancaman bukan peluang memperkaya gagasan.

Ada Ironi Besar Dalam Sistem 
Disatu sisi rakyat terus dicekoki dengan narasi bahwa pendidikan itu penting namun disisi lain sistem justru tidak mendorong rakyat untuk menjadi cerdas dan kritis. Media dipenuhi propaganda bukan informasi mencerdaskan maka dalam kebodohan ini rakyat tetap terjebak dalam ilusi.

Yang paling Tragis Kebodohan Kolektif Bersifat Regeneratif.
Apa maksudnya ? orang bodoh mencetak orang bodoh lainnya. Generasi demi generasi diwarisi dengan pola pikir yang sama. Jangan Melawan ! Jangan Bertanya ! Jangan Ubah Sistem ! Akibatnya negeri ini terus berada dalam pusaran Maslah yang sama, Korupsi tak pernah tuntas dan kebijakan absurd terus dibuat.

Lalu bagaimana jalan keluarnya?
Kebodohan Kolektif hanya bisa dipatahkan dengan KESADARAN KOLEKTIF . Setiap individu harus mulai ada keberanian berfikir mandiri. Bukan sekedar ikut arus tetapi menuntut transparansi dan logika dalam setiap keputusan yang menyangkut kehidupannya.

Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar tetapi kurangnya sistem guna mendorong kecerdasan. Jika kita terus diam, kebodohan kolektif akan menjadi penguasa sejati. Namun jika kita mulai berfikir, bertanya, dan bergerak negeri ini bisa merdeka dari belenggu kebodohannya. (Nadji)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar